BERHALADALAM BAIT ALLAH. 2 Tawarikh 7:14, " dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.". Firman di atas diucapkan Tuhan pada bangsa Israel. Dalamayat tersebut dapat terlihat jelas bahwa Islam sangat tidak menganjurkan perbuatan boros. Untuk itu, agar kalian dapat mengatur uang lebih baik lagi, berikut adalah tips mengatur keuangan dalam Islam: 1. Membuat skala prioritas. Cara yang pertama yaitu dengan membuat skala prioritas artinya mendahulukan kebutuhan apa yang perlu untuk dibeli. Rdcdh. Source Alkitab sebagai pedoman hidup bagi umat Kristen tidak hanya memberikan ajaran tentang moral dan etika saja, tetapi juga memberikan panduan dalam mengatur keuangan. Hal ini penting karena keuangan yang sehat dan teratur dapat membantu seseorang hidup lebih tenang dan sejahtera. Berikut ini adalah beberapa cara mengatur keuangan menurut Alkitab. 1. Berikan bagian dari penghasilanmu kepada Tuhan 1. Berikan bagian dari penghasilanmu kepada Tuhan2. Hindari utang yang tidak perlu3. Buat anggaran dan patuhi4. Berinvestasi dengan bijak5. Berhemat dan jangan boros6. Bersyukur dan percaya kepada Tuhan Source Menurut Alkitab, memberikan bagian dari penghasilan kepada Tuhan merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan. Hal ini tercantum dalam Malaki 310 yang berbunyi “Bawalah seluruh persembahan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada makanan di rumah-Ku dan cobalah Aku ini, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu jendela langit dan mencurahkan berkat ke atas kamu dengan melimpah.” Dalam mengatur keuangan, memberikan bagian dari penghasilan kepada Tuhan harus menjadi prioritas yang utama. Hal ini bukan hanya membantu gereja atau badan amal, tetapi juga dapat membuat kita lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam mengatur keuangan pribadi. 2. Hindari utang yang tidak perlu Source Alkitab menyarankan kita untuk menghindari utang yang tidak perlu. Hal ini tercantum dalam Roma 138 yang berbunyi “Janganlah kamu berutang, selain utang mengasihi satu sama lain. Sebab siapa yang mengasihi orang lain, ia telah memenuhi hukum.” Menghindari utang yang tidak perlu dapat membantu kita menjaga keseimbangan keuangan pribadi. Jika memang perlu berutang, pastikan utang tersebut dapat dicicil dengan mudah dan tidak memberatkan keuangan pribadi. 3. Buat anggaran dan patuhi Source Salah satu cara yang efektif dalam mengatur keuangan menurut Alkitab adalah dengan membuat anggaran dan patuh terhadapnya. Hal ini tercantum dalam Lukas 1428 yang berbunyi “Sebab siapakah di antara kamu yang mau membangun menara, tetapi tidak duduk terlebih dahulu untuk menghitung-hitung biayanya, apakah ada cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya itu?” Dalam membuat anggaran, pastikan untuk memasukkan semua pengeluaran yang diperlukan dan membatasi pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, patuhlah terhadap anggaran yang telah dibuat agar keuangan pribadi tetap terjaga dengan baik. 4. Berinvestasi dengan bijak Source Alkitab juga menyarankan kita untuk berinvestasi dengan bijak. Hal ini tercantum dalam Amsal 215 yang berbunyi “Perencanaan hati yang tekun menjadikan manusia kaya, tetapi orang yang tergesa-gesa pasti mengalami kekurangan.” Dalam berinvestasi, pastikan untuk memahami risiko dan potensi pengembalian investasi tersebut. Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan investasi dan pastikan investasi tersebut dapat membantu keuangan pribadi tumbuh dengan baik. 5. Berhemat dan jangan boros Source Alkitab menyarankan kita untuk berhemat dan tidak boros dalam mengatur keuangan. Hal ini tercantum dalam Pengkhotbah 510 yang berbunyi “Barangsiapa mencintai uang, ia tidak akan kenyang oleh uang, dan barangsiapa mencintai kelimpahan, ia tidak akan mendapat keuntungan dari pada itu; juga ini sia-sia belaka.” Dalam berhemat, pastikan untuk memprioritaskan pengeluaran yang diperlukan dan membatasi pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, hindari gaya hidup boros yang dapat merugikan keuangan pribadi. 6. Bersyukur dan percaya kepada Tuhan Source Terakhir, Alkitab menyarankan kita untuk bersyukur dan percaya kepada Tuhan dalam mengatur keuangan. Hal ini tercantum dalam Filipi 46-7 yang berbunyi “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hatimu dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Dalam bersyukur, kita dapat memandang keuangan pribadi dengan lebih positif dan menghindari kecemasan yang dapat merugikan keuangan pribadi. Selain itu, percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi keuangan pribadi jika kita hidup dengan taat dan patuh kepada-Nya. Sumber / 21 October 2021 Lori Official Writer Kehadiran iklan di berbagai platform digital menjadi salah satu alasan munculnya kebiasaan konsumerisme. Para pengiklan membuat kehidupan yang ditampilkan dalam iklan mereka tampak menarik. Sehingga setiap orang yang menyaksikannya mulai digugah, lalu mulai merasa tidak lengkap hingga akhirnya terjebak untuk membeli kebahagiaan yang ditawarkan pengiklan. Tentu saja sulit bagi kita untuk menjaga keinginan untuk memiliki semua hal menarik yang ditawarkan dunia. Karena itulah penting sekali untuk memahami apa yang Tuhan sebenarnya inginkan melalui keuangan kita. Menyenangkan diri sendiri dengan uang yang kita punya memang tidak salah, asal dilakukan dengan penganggaran yang baik dan tidak menjerat kita ke dalam hutang. Ada 3 perbedaan pandangan penggunaan uang menurut dunia dan Tuhan. Dunia Habiskan semua uang yang ada untuk dirimu sendiri. Jangan biarkan ada yang tersisa! Tuhan Berikan 10% dari uangmu dan hasilkan lebih banyak supaya bisa memberi lebih dari itu. Tidak ada tindakan memberi tanpa sengaja. Anda harus punya niat untuk hal itu. Karena itu, kita perlu menganggarkan 10% setiap bulannya untuk disisihkan sebagai pemberian. Baca Juga 5 Kebiasaan Keuangan Yang Baik Sementara banyak orang enggan memberi karena tidak punya cukup uang. Padahal masalahnya adalah bahwa mereka tidak menjadikan pemberian tersebut sebagai prioritas. Jika kita tidak punya niat untuk memberi, maka kita tidak akan terdorong untuk menghasilkan uang supaya bisa memberi. “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” Amsal 3 9-10 “Memberi bukanlah prioritas dunia, tetapi prioritas bagi Tuhan.” Dunia Hutang bisa jadi alat untuk membeli hal-hal yang tidak bisa Anda miliki. Tuhan Semua hutang itu buruk. Tidak ada hutang baik. Sebagian besar masyarakat kita memilih berhutang karena beragam alasan. Namun tak sedikit dari risiko hutang berdampak pada kebangkrutan, perceraian, tindakan kejahatan, depresi dan sebagainya. Alkitab tidak mengatakan bahwa hutang adalah dosa. Tetapi hutang dianggap buruk karena risikonya yang sangat fatal. “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Amsal 22 7 “Dunia memperbudak manusia dengan hutang, Tuhan membebaskan manusia dari hutang.” Dunia Kamu hanya hidup satu kali! You only live once. Manjakan dirimu lebih dulu soal urusan menabung itu bisa belakangan. Tuhan Tahanlah keinginanmu dengan menabung. Nanti kamu akan menikmati hasilnya. “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.” Amsal 21 20 “Dunia hanya mengejar kesenangan sesaat, Tuhan menawarkan kesenangan kekal.” Dari tiga hal di atas, kita bisa menyimpulkan jauhnya perbedaan antara memakai uang tanpa anggaran dengan memakainya sesuai perencanaan. Supaya kita semakin mengerti dengan bagaimana seharusnya mengelola keuangan, pahami lebih dulu 7 prinsip ini Prinsip 1 Uang kita adalah milik Tuhan “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” Hagai 2 8 Ini adalah dasar yang terutama yang harus kita pahami soal uang. Sebagai Tuhan, Dia adalah pemilik dari segala sesuatunya, termasuk uang kita. Baca Juga 3 Pengeluaran Ekstra Akibat Emosionalitas Prinsip 2 Belajar untuk merasa puas “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Filipi 4 19 Mudah sekali bagi kita untuk tergoda dengan keinginan kita sendiri. Iklan dan media sosial membuat kita menjadi konsumerisme dan merasa tidak pernah puas dengan apa yang kita punya saat ini. Ingatlah ayat di atas bahwa hanya dari Tuhan saja kita bisa merasakan kepuasan sejati. Prinsip 3 Sisihkan uangmu untuk memberi “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.” 1 Timotius 6 18 Sekalipun kita berhak menghabiskan uang yang kita punya. Tetapi ingatlah bahwa dibandingkan menghabiskannya untuk kepentingan sendiri, memberi atau membagikan uang yang kita hasilkan bagi orang lain akan jauh lebih membahagiakan. BACA HALAMAN BERIKUTNYA ->Prinsip 4 Menabung itu penting “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” Amsal 6 6-8 Sebagai orang Kristen, kita harus menabung dengan bijak, baik itu secara jangka pendek maupun jangka panjang. Kebiasaan menabung ini akan kita petik hasilnya ke depan. Prinsip 5 Belanja dengan bijaksana “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.” Amsal 21 20 Firman Tuhan berkata tidak masalah untuk membelanjakan uang untuk kebutuhan pribadi. Tetapi hal itu harus dilakukan dengan bijaksana. Contohnya, liburan. Bagi sebagian orang liburan dianggap pemborosan uang. Tetapi jika liburan dilakukan ketika kondisi memang sedang membutuhkan, hal itu justru berdampak baik bagi kesehatan. Misalnya akan menambah kesegaran, memberi energi baru dan memberi semangat baru untuk kembali melayani orang lain. Yang menjadi salah dalam penggunaan uang adalah membelanjakannya untuk kebutuhan yang kurang tepat. Baca Juga Christina Jerat Utang di 9 Pinjaman Online Buatku Depresi Berat Karena Debt Collector Prinsip 6 Hutang itu berisiko “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Amsal 22 7 Seperti disampaikan di atas, bahwa berhutang sangat berisiko. Dari ayat ini kita diingatkan bahwa hutang hanya akan memperbudak kita. Prinsip 7 Jangan jadi hamba uang “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6 10 Kerakusan dan keserakahan akan uang bisa membutakan manusia. Sehingga uang bisa menggeser posisi Tuhan dan menjadikan uang sebagai tuan. Tentu saja Tuhan, sebagai pencipta dan pemilik uang tidak ingin ciptaan-Nya menyembah ilah lain yang hanya akan membawa kebinasaan. Jadi waktu kita membiarkan Tuhan mengubah hati kita, kita bisa belajar untuk memuaskan diir dengan berapapun uang yang kita hasilkan. Kita akan memahami bagaimana seharusnya mengelola keuangan dengan bijak; bagaimana menghasilkan uang supaya kita bisa memberi lebih; bagaimana kita membelanjakan uang dengan kadar yang sewajarnya. Baca Juga Karena Hidup Nggak Melulu Tentang Uang, Yuk Simak Cara Manajemen Keuangan Dari Alkitab Ini Pengelolaan keuangan adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi mari mengelola uang yang dipercayakan atas hidup kita dengan bijaksana. Sumber Halaman Tampilkan per Halaman Setiap orang pasti ingin memiliki kualitas finansial yang kuat serta kondisi yang independen secara finansial di masa depan. Namun, tidak semua orang tahu cara mewujudkan impian tersebut. Oleh karena itu, kami akan memberikan tips tentang cara mengatur keuangan ala Rasulullah untuk Parents berikut ini. Sebagai utusan Allah SWT dan panutan banyak orang, Rasulullah tentu saja memiliki banyak kelebihan di segala aspek kehidupan, seperti prinsip hingga kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip Rasulullah dalam meraih kesuksesan di bidang bisnis dan mengatur keuangan ini bisa Parents contoh. Rasulullah adalah seorang wirausahawan yang sangat mahir dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengatur uang. Penasaran ada cara apa saja yang dilakukan Rasulullah dalam mengatur keuangan? 10 Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah 1. Ketahui Jumlah Pengeluaran Setiap Bulannya Cara pertama yang bisa Anda contoh adalah mengetahui tujuan dan besaran uang yang digunakan setiap bulannya. Anda bisa membuat skala prioritas kebutuhan dari yang paling penting hingga yang tidak begitu penting. Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya “Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.” HR Tirmidzi. Karena itulah sangat penting bagi Anda untuk mengetahui asal dan ke mana saja uang Anda habis digunakan. Sebab, jika harta Anda hanya dipakai untuk kenikmatan dunia saja maka itu bisa menjadi suatu kemudharatan di masa depan. 2. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah dengan Bersedekah Seperti diketahui Rasulullah selalu mengajarkan kepada seluruh umat muslim di dunia untuk saling membantu dan berbagi, khususnya kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin dan anak yatim. Menurut hukum Islam, Anda wajib memberikan setidaknya 2,5 persen dari harta milik Anda kepada fakir miskin dan anak yatim. Hal ini juga telah dijelaskan melalui surah Adz-Dzariyat ayat 19. “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” Adz-Dzariyat 19 Oleh karena itu, Anda tetap harus bersedekah meskipun kondisi ekonomi tidak begitu baik. Jangan takut akan mengalami kesulitan ekonomi di masa depan. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian dari Harvard Business School mengatakan semakin banyak orang bersedekah maka semakin bahagia pula orang tersebut. Artikel Terkait 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 3 Juta 3. Berdagang Lebih lanjut, Rasulullah dikenal sebagai seorang wirausahawan yang berdagang sepanjang hidupnya. Dalam sebuah hadis, beliau bahkan menganjurkan kepada umat muslim di seluruh dunia untuk segera berdagang karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan tersebut. “Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki.” Hadis Riwayat Imam Ahmad. Pada saat ini, sebagian besar orang terkaya di dunia bahkan berasal dari pengusaha atau wirausahawan seperti Rasulullah. Oleh karena itu, apabila Anda masih bekerja sebagai karyawan hingga saat ini, cobalah untuk mengumpulkan niat untuk menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Satu lagi, jika Anda sudah mulai berbisnis, contohlah ajaran Rasul yang selalu mengambil untung sedikit dan sewajarnya. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa menarik minat banyak orang untuk membeli produk yang dijual. Selain itu, jangan lupa bahwa catatan keuangan pribadi dan bisnis harus dipisahkan. Hal ini bertujuan supaya keluar masuknya keuangan Anda bisa dipantau dengan baik. 4. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah dengan Gaya Hidup Sederhana Cara berikutnya yang bisa Anda terapkan dalam mengatur uang adalah dengan melakukan gaya hidup sederhana dan menyesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai pengeluaran jauh lebih besar dibandingkan pemasukan Anda. Oleh karena itu, ada baiknya kalau Anda juga menghindari mengambil banyak cicilan yang akan membuat Anda memiliki utang yang menumpuk. 5. Pilih Pekerjaan yang Halal Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk mendapatkan pekerjaan atau usaha yang halal. Sebab, uang yang berasal dari usaha atau pekerjaan yang haram umumnya tidak akan pernah dapat ditabung untuk jangka waktu yang lama. Kenapa demikian? Hal itu lantaran uang haram tidak memiliki keberkahan dan tidak dirahmati oleh Allah SWT. Artikel Terkait Cara Kreatif Seorang Ibu Ajarkan Anak Atur Keuangan selama Pandemi, Layak Ditiru! 6. Hindari Berutang Sebagian besar orang yang berada dalam kesulitan ekonomi terkadang memilih untuk meminjam uang kepada teman atau keluarganya. Namun menurut ajaran Islam, berutang sebetulnya tidak dianjurkan jika tidak benar-benar dalam keadaan yang membutuhkan. Namun, jika memang mendesak, maka orang yang berutang wajib untuk mengembalikan nominal uang yang telah dipinjamnya. Apabila tidak, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran yang setimpal. “Barangsiapa utang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niat itu; tetapi barangsiapa mengambilnya dengan niat akan membinasakan tidak membayar, maka Allah akan merusakkan dia,” HR. Bukhari 7. Tidak Menumpuk Harta Di sisi lain, setiap umat muslim juga diimbau untuk tidak menumpuk harta dan melakukan lebih banyak berbagi atau bersedekah dengan orang lain. Terutama jika ada anggota keluarga, kerabat jauh, atau teman yang sedang mengalami kesulitan. Pasalnya, jika mengumpulkan uang dengan tujuan untuk menumpuknya, maka niscaya tidak ada manfaat yang bisa Anda rasakan. Lebih baik menyisihkan uang untuk modal usaha atau investasi. Mengingat, kini sudah banyak jenis investasi yang bisa ANda lakukan. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi, “Hai anak Adam berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah memberi gantinya kepadamu,” HR. Bukhari & Muslim 8. Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah, yaitu Tidak Boros Dalam ajaran Islam sangat tidak mengajurkan kepada siapa pun untuk memiliki sikap boros dalam mengatur keuangan. Sebab, orang yang bersikap boros tidak akan dapat menyisihkan sebagian uang yang didapatnya tersebut. Allah SWT bersabda, “Dan termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih orang-orang yang apabila menginfakkan harta, mereka tidak berlebihan, dan tidak pula kikir, di antara keduanya secara wajar.” 9. Berhemat Menurut Islam, berhemat adalah salah satu cara sukses lainnya dalam mengatur keuangan. Kebalikan dari orang yang boros, orang yang pintar berhemat berarti juga pandai mengelola keuangannya dengan baik. Hal itu tentu akan bermanfaat bagi masa depan orang tersebut. Oleh karena itu, alangkah lebih baik kalau Anda membelanjakan uang secara sederhana dan tidak hedon serta tidak gampang menghambur-hamburkan uang yang dimiliki. Artikel Terkait 8 Kiat Mengelola Keuangan dengan Baik yang Bisa Parents Ajarkan kepada Anak 10. Menabung untuk Mengatur Keuangan Selain berhemat, setiap muslim juga dianjurkan untuk menabung karena merupakan hal yang baik. Dalam ajaran Islam pun terdapat sebuah dalil yang menganjurkan untuk menyisihkan sebagian rezeki yang didapat untuk kebaikan orang tersebut dan orang di sekitarnya. “Simpanlah sebagian daripada harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu,” HR. Bukhari. “Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin,” HR. Bukhari Muslim Nah, itulah beberapa cara mengatur keuangan ala Rasulullah yang bisa Anda terapkan mulai sekarang. Semoga bermanfaat, ya! *** BACA JUGA 65 Nama Keluarga Inggris, Cocok untuk Inspirasi Nama Buah Hati Parents Foto Reza Rahadian di Istana Negara, Gagah dan Tampan Pakai Beskap Moana Bayi Ria Ricis Tengkurap, Jangan Khawatir Ya Parents! Ini Loh Manfaat Tummy Time Pada Bayi Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. Bagian kita dalam mengelola keuangan sangatlah penting. Dari sini kita bisa belajar tentang tanggung jawab dan prioritas. Tuhan sudah lebih dahulu melakukan bagianNya sebagai pemilik owner, pengendali controller, dan penyedia provider. Setelah memahami bagian Tuhan, maka memahami bagian kita dalam mengelola keuangan keluarga adalah sama pentingnya. Seperti dua sisi mata uang, peran Tuhan dan peran kita berkesinambungan menjadi satu nilai yang penuh kuasa dan aplikatif dalam kehidupan kita berkeluarga. Berikut adalah peran kita dalam mengelola apa yang sudah Tuhan percayakan Menjadi Hamba yang Dipercaya steward Saat kita mengerti bahwa Tuhan adalah pemilik segalanya, maka kita juga secara otomatis menjadi hamba yang dipercaya untuk mengatur segala sesuatu steward. Seperti Yusuf sebagai orang kepercayaan’, kita tidak akan sembarangan mengelola apa yang sudah dipercayakan oleh Tuhan. Di satu pihak, beban yang untuk memiliki’ juga telah Tuhan angkat, karenanya kita tidak takut kehilangan. Kita hanya perlu menjalankan dan mengelola apa yang dipercayakan dengan setia dan bertanggung jawab. 5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat 7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya. Maz 85-7 2. Setia dalam segala hal faithful Sebagai hamba yang dipercaya, kita harus setia dengan apapun yang kita miliki. Kita harus terbukti di hadapan Tuhan dan di hadapan keluarga bahwa kita dapat dipercaya dan setia. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 1 Kor 42 Bukan soal banyak atau sedikit jumlahnya, semua yang sudah dipercayakan kepada kita, kita harus mengelolanya dengan baik. Seperti perumpaan tentang talenta. 14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 21 Maka kata tuannya itu kepadanya Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara Mat 2514-15, 21 Kedua hamba yang menerima dua talenta dan lima talnta menerima pujian dan penghargaan yang sama karena mereka telah mengusahaan dengan setia dan bertanggung jawab. Yang menjadi tolok ukur Tuhan dalam mengelola milik kita bukanlah jumlahnya, melainkan kesetiaan dan tanggung jawab. Hamba yang diberikan satu talenta tidak melakukan apapun. Oleh karena itulah dia juga tidak menerima apapun, bahkan apa yang dia punya diambil daripadanya. 3. Mencukupkan diri dalam segala hal be content 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Filipi 411-12 Ternyata untuk mencukupkan diri be content, kita harus belajar. Bahkan Rasul Paulus pun sangat mengerti hal ini karena dia sudah melewati berbagai macam keadaan, baik susah maupun senang. Tetapi rahasia terbesar untuk kita dapat bertahan dan menanggung segala perkara’ adalah kita belajar mencukupkan diri, dan bergantung kepada Yesus yang memberi kekuatan. Pertanyaan renungan Apakah dari peran kita di atas ada yang sudah kita kerjakan? Seberapa jauh kita telah belajar dan aplikasikan kesetiaan dan mencukupkan diri? Materi ini digunakan untuk Komsel Life Gereja Kristen Sangkakala Indonesia jemaat Betlehem. Tuhan Yesus memberkati. Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home » Perencana Keuangan » 10 Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi, Biar Makin Efektif! Dibaca Normal 6 Menit 10 Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi, Biar Makin Efektif! Mengelola keuangan pribadi bisa terbilang susah-susah gampang. Berikut ini, beberapa cara mengatur keuangan pribadi yang bisa kamu lakukan agar makin efektif. Simak penjelasan selengkapnya di artikel Finansialku! Ditinjau oleh Shierly, Summary Mengatur keuanga pribadi merupakan skill yang perlu setiap orang miliki, agar penghasilan yang diperoleh bisa teralokasi secara tepat. Terdapat beberapa cara untuk mengatur keuangan pribadi yang perlu seseorang lakukan secara konsisten agar manfaatnya maksimal guna mewujudkan tujuan keuangan. Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi, Terapkan Yuk!1 Bedakan Kebutuhan dan Keinginan 2 Membuat Catatan Keuangan Personal3 Terapkan Metode 40 10 10 30 104 Jangan Lupa Sisihkan untuk Dana Darurat5 Hindari Utang 6 Bijak dalam Menggunakan Paylater dan Kartu Kredit7 Mulai Berinvestasi8 Miliki Asuransi 9 Lunasi Cicilan dan Utang10 EvaluasiSiap untuk Mengatur Keuangan Pribadimu? Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi, Terapkan Yuk! Sobat Finansialku, dari penghasilan yang kamu miliki tentu saja perlu dialokasikan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Namun, jika ada kebutuhan mendadak yang sifatnya insidental, tentu saja kamu harus memutar otak agar semuanya tercukupi. Karena itulah, penting bagi kita untuk mengatur keuangan pribadi secara tepat. Dengan begitu, pengeluaran kamu akan lebih terarah dan juga efektif. Tapi, apakah kamu sudah tahu cara mengatur keuangan pribadi yang ampuh? Berikut cara mengatur keuangan pribadi yang efektif dan bisa kamu coba terapkan mulai dari sekarang! 1 Bedakan Kebutuhan dan Keinginan Cara mengatur keuangan pribadi yang pertama adalah dengan memilah kembali antara kebutuhan dan keinginan. Hal ini merupakan fondasi awal jika ingin mengatur keuangan pribadi secara efisien. Kamu bisa mulai memikirkan kembali kebutuhan apa saja yang harus terpenuhi untuk sehari-hari. Contohnya membeli makanan pokok, hingga ongkos ojek online ke tempat kerja. Tentunya pola pikir tersebut harus kamu imbangi dengan awareness dalam menentukan keinginan. Umumnya, keinginan merujuk pada lifestyle, seperti nongkrong bareng teman sampai belanja self reward. Dengan kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kamu akan lebih tertata dalam mengelola keuangan. Selain itu, kamu juga semakin aware dalam membeli sesuatu hal dan tentunya bisa menentukan kebutuhan sebagai top skala prioritas. 2 Membuat Catatan Keuangan Personal Cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan membuat catatan keuangan personal. Ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya luar biasa! Dengan membuat catatan keuangan, kamu bisa lebih mudah melakukan monitoring terhadap uang yang telah kamu habiskan. Sehingga dapat membantu kamu dalam menyusun strategi pengeluaran untuk kedepannya. 3 Terapkan Metode 40 10 10 30 10 Jika masih bingung dalam membagi pengeluaran per bulannya, mungkin kamu bisa terapkan metode yang satu ini, yaitu metode 40 10 10 30 10 Maksudnya kamu perlu membagi total pendapatan per bulan menjadi beberapa bagian, seperti berikut Mengalokasikan 40% pendapatan untuk kebutuhan harian, termasuk makanan, pemeliharaan rumah, kesehatan, dan perawatan anak. Mengalokasikan 10% untuk membayar cicilan, utang, pinjaman, dan sejenisnya. Mengalokasikan 10% pendapatan untuk membayar premi asuransi. Mengalokasikan 30% untuk menguatkan keuangan, seperti investasi atau menambah jumlah tabungan dana darurat. Mengalokasikan 10% untuk donasi. Namun perlu kamu ketahui, bahwa teknik ini tidak mutlak dan perlu disesuaikan dari waktu ke waktu dengan kondisi keuangan dan tujuan keuangan setiap orang. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa diskusi bersama Perencana Keuangan Finansialku. Klik banner di bawah ini dan konsultasikan sekarang juga! 4 Jangan Lupa Sisihkan untuk Dana Darurat Dana darurat merupakan simpanan yang wajib kamu punya. Sehingga kamu bisa lebih aman ketika mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya jatuh sakit. Ketika kamu mengalami hal-hal tersebut, setidaknya ada dana darurat yang bisa menutupi kebutuhan tak terduga tanpa harus mengganggu cash flow keuangan. Untuk besarannya sendiri, bisa kamu sesuaikan dengan tanggungan dan kondisi saat ini. Namun, ada beberapa aturan yang bisa dijadikan acuan, yakni Untuk yang masih single atau belum berkeluarga, kamu perlu mengumpulkan sebesar 6 kali total pengeluaran per bulan. Jika sudah berkeluarga namun belum memiliki tanggungan anak. Idealnya, kamu perlu mengumpulkan dana darurat sebesar 9 kali total pengeluaran bulanan. Tentunya kamu bisa mengelola dana darurat ini secara terpisah. Kamu bisa siapkan rekening khusus agar tidak tercampur dengan pengeluaran harian. 5 Hindari Utang Utang merupakan salah satu faktor krusial yang bisa menghalangimu mengelola keuangan dengan baik. Maka, usahakan untuk menghindari pinjaman uang kepada pihak lain. Yuk, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk meminjam uang apalagi jika kebutuhannya tidak mendesak. [Baca Juga 12 Cara Ahli Mengatur Keuangan Pribadi Mereka, Yuk Kepoin!] 6 Bijak dalam Menggunakan Paylater dan Kartu Kredit Keberadaan kartu kredit dan paylater memang memberikan kemudahan untuk berbelanja. Tetapi, jika kurang bijak menggunakannya, kamu bisa terseok-seok di akhir bulan yang nantinya mendatangkan masalah keuangan. Maka dari itu, kamu bisa pertimbangkan sebelum menggunakan kartu kredit dan Paylater. Pastikan hal-hal yang kamu beli, itu sifatnya darurat atau termasuk priotitas, ya! 7 Mulai Berinvestasi Investasi mempunyai manfaat yang begitu besar. Salah satunya sebagai aset jangka panjang di masa depan. Jika kamu menyimpan uang di bank, itu tidaklah cukup. Selain bunga cenderung kecil setiap tahunnya, kemungkinan besar juga terdampak inflasi. Maka dari itu, investasi bisa menjadi alternatif dalam menabung. Kamu bisa mulai menyisihkan beberapa persen penghasilan untuk berinvestasi, seperti di reksa dana yang risikonya tergolong rendah. Nah, jika kamu tertarik terjun ke dunia investasi, yuk, baca juga artikel berikut sebagai referensi Konsep Investasi Cara Kerja, Cara Mengoptimalkan, dan Tips untuk Pemula. 8 Miliki Asuransi Masih banyak yang beranggapan bahwa asuransi hanya buang-buang uang saja. Padahal asuransi bisa menjadi penolong kamu di masa depan nanti. Misalnya ketika kamu sakit dan memerlukan biaya cukup besar, maka asuransi bisa membantu menutupi kebutuhan tersebut. Sehingga kamu tidak khawatir akan uang tabungan yang terkuras habis untuk menutupi biaya pengobatan. Berikut ini beberapa manfaat ketika memiliki asuransi, antara lain Premi asuransi yang kamu bayarkan setiap bulannya dapat membiayai pengobatan atau perawatan. Premi asuransi yang kamu bayarkan bisa melindungi aset dan mencegah kehilangan aset dan utang. Premi asuransi yang kamu bayarkan dapat mengganti pembayaran cicilan dan utang Asuransi bisa menambah dana untuk kebutuhan keluarga. Kamu atau keluarga bisa lebih fokus dengan penyembuhan ketika sakit. 9 Lunasi Cicilan dan Utang Selanjutnya cara mengatur keuangan pribadi agar lebih efektif yakni dengan menyelesaikan semua cicilan dan utang yang kamu punya. Dengan begitu kamu nggak akan kewalahan membayar cicilan dan utang yang kian membengkak. Daripada kamu menunda membayar cicilan dan utang, lebih baik kamu mulai menambah pemasukan supaya bisa mengatur keuangan pribadi secara lebih leluasa. 10 Evaluasi Cara mengatur keuangan pribadi yang terakhir adalah lakukan evaluasi keuangan. Kamu bisa melihat catatan keuangan, apakah pengeluaran kamu sudah sesuai atau jauh dari target di awal? Dengan bagitu, kamu bisa terus melakukan improvement agar pengelolaan jauh lebih baik dan bijak dalam mengambil sikap ke depannya. Siap untuk Mengatur Keuangan Pribadimu? Itulah beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk mengatur keuangan pribadi. Tentunya kamu perlu konsisten dalam melakukannya. Nah, buat kamu yang masih bingung untuk mengaplikasikannya, kamu bisa diskusi lebih lanjut bersama Perencana Keuangan Finansialku. Untuk dapatkan advice dan strategi terbaik dalam mengatur keuangan sesuai kondisimu saat ini. Buat janji dengan menghubungi WhatsApp 0851 5866 2940, yuk, konsultasi sekarang! Sobat Finansialku masih punya pertanyaan seputar cara mengatur keuangan pribadi? Silakan tulis di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kamu ya! Terima kasih. Editor Ismyuli Tri Retno Sumber Referensi Surti Risanti. 6 Januari 2023. 6 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Efektif. Fortune Indonesia. Darwin. 17 Oktober 2022. Bebas Finansial dengan 8 Tips Mengatur Keuangan Pribadi yang Efektif. Julo. Siska Dewi Yanti. 6 April 2023. 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Cerdas, Simak Yuk!. Kita Lulus. Admin. Bukan Asal Nabung, Berikut 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Efektif!. Pina. Syafira Maulida. 31 Maret 2023. 7 Tips Mengelola Keuangan Pribadi dengan Cerdas dan Efektif. Tanam Duit. Memiliki ketertarikan di bidang diplomasi dan hubungan internasional, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing. Related Posts Page load link Go to Top

tips mengatur keuangan menurut firman tuhan