12Melayani Pembayaran-Pembayaran. 13.Bermain dalam Pasar Modal. Pada kesempatan kali ini membahas mengenai Jenis-jenis Produk Perbankan lengkap dengan contoh jasa layanan nya. Jasa layanan dan produk perbankan merupakan sebuah rangkaian kegiatan penunjang untuk melancarkan kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana.
Kreditini ialah jenis kredit yang banyak diterapkan saat melakukan investasi. Jenis kredit ini ialah produktif, yaitu memberikan keuntungan dalam kegiatan berinvestasi. Kredit ini juga berkaitan dengan jangka waktu yang lama, baik dari perolehan keuntungan dan pengembaliannya. Contoh kredit ini adalah investasi kelapa sawit yang membutuhkan
Aspekyang lebih penting adalah memutus mata rantai kemiskinan yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat miskin menjadi produktif, yang dalam pepatah disebut "jangan berikan umpannya tapi berikanlah kailnya", sehingga sangat relevan jika mengupayakan LKM sebagai salah satu pilar sistem
22 Sejarah Pegadaian. Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia pada tanggal 20 Agustus 1746. Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda (1811-1816
yangkegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam dana (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Di samping itu, bank juga dikenal sebagai terutama untuk usaha-usaha produktif. Rasio ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh
cxhv3.
Kredit Produktif – Berikut adalah ulasan seputar kredit produktif dari Gramedia. Mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga contoh dari kredit produktif. Apa yang dimaksud Kredit Produktif?Jenis-Jenis Kredit Produktif1. Berdasarkan Kegunaana. Kredit investasib. Kredit modal kerja2. Berdasarkan Jangka Waktua. Kredit jangka pendekb. Kredit jangka menengahc. Kredit jangka panjang3. Berdasarkan Tujuana. Kredit produktifb. Kredit konsumtif4. Berdasarkan Sektor Usahaa. Kredit pendidikanb. Kredit profesic. Kredit perumahand. Kredit pertambangane. Kredit pertanianf. Kredit peternakane. Kredit industriContoh Kredit Produktif1. Kredit Pemilikan Rumah2. Kredit Usaha3. Kredit Modal Kerja KMKUnsur-Unsur yang Terdapat dalam Kredit1. Kepercayaan2. Kesepakatan3. Jangka waktu4. Risiko5. Balas JasaHal-hal yang Dipertimbangkan pada Kredit ProduktifUtang Produktif1. Cek usaha dan keuangan pribadi2. Berhemat3. Restrukturisasi utangBuku Tentang BisnisArtikel Terkait Istilah Bisnis Apa yang dimaksud Kredit Produktif? Kredit merupakan penyediaan uang maupun sebuah tagihan yang wajib berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam dan meminjam yang telah dibuat antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pembayaran atau pelunasan utang setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian utang. Kredit juga merupakan sebuah pinjaman yang harus dibayar dengan semua bunga yang ada atau sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya. Sedangkan kredit produktif merupakan jenis untuk sebuah pinjaman yang memiliki tujuan untuk menambahkan sebuah penghasilan. Kebanyakan yang terjadi pada masyarakat di Indonesia sampai saat ini yang masih mempunyai perspektif buruk terhadap pinjaman kredit. Hal tersebut terjadi karena kebanyakan dari mereka berpikir bahwa dengan melakukan kredit ini, maka seorang individu akan menjadi lebih konsumtif. Kredit produktif secara bahasa merupakan frasa yang terdiri dari dua kata dan memiliki arti yang tentu berbeda. Kata “Kredit” merupakan transaksi finansial yang memiliki sifat tidak tunai atau secara angsuran. Kredit juga bisa dikatakan sebagai teknik pinjaman. Sedangkan kata “produktif” berarti bersifat atau mampu menghasilkan sesuatu yang biasanya dalam jumlah besar. Definisi yang ada dari kedua kata tersebut secara singkat memiliki pengertian bahwa kredit produktif adalah teknik cicilan untuk bisnis atau membuka sebuah usaha. Pada umumnya seseorang melakukan ini di luar pekerjaan utamanya. Jadi di samping memenuhi kebutuhan berhutang, juga sebagai penghasilan tambahan selain gaji pokok dan tunjangan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja. Jadi kredit produktif adalah melakukan transaksi cicilan dan kemudian menjadikannya sebagai ajang dalam penghasil pendapatan. Contohnya, apabila Anda akan membeli sebuah bangunan ruko dan menggunakan KPR, lalu menjadikannya kedai kopi. Kemudian laba yang didapat dari penjualan tersebut bisa dijadikan untuk membayar cicilan KPR gedung kedai itu sendiri. Kredit produktif juga ketika Anda akan membeli sebuah rumah tambahan lagi dan berniat meng kontrakannya pada orang lain. Sedangkan kredit konsumtif merupakan suatu teknik mengangsur dalam pemenuhan pribadi. Biasanya kredit konsumtif digunakan untuk membeli produk suatu barang atau jasa yang hanya demi keinginan semata. Jadi tidak ada profit atau tambahan uang yang didapat dari kegiatan tersebut. Contohnya, Anda baru saja membeli smartphone atau gadget terbaru dengan credit card. Kredit konsumtif adalah saat Anda membeli rumah tambahan hanya untuk keinginan saja dan membiarkannya tidak berpenghuni. 1. Berdasarkan Kegunaan Kredit produktif juga terdapat jenis-jenis yang membedakannya. Berikut kredit produktif yang sesuai kegunaan a. Kredit investasi Jika Anda akan membuka usaha, membangun proyek, membuat pabrik, rehabilitas, perluasan bangunan usaha dan lainnya. Itu merupakan jenis investasi yang bisa dipilih. Melansir OJK, kredit ini bisa mendukung kebutuhan dana pembiayaan investasi jangka panjang. Jenis kredit seperti ini pada umumnya memiliki masa pengembalian yang cukup lama, sehingga cocok jika ingin meminjam nominal yang besar untuk keperluan usaha. Untuk mengajukan pinjaman dibutuhkan studi kelayakan dan Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP serta Tanda Daftar Perusahaan TDP. b. Kredit modal kerja Kredit modal kerja adalah pinjaman yang diberikan oleh pihak bank kepada peminjam yang menginginkan untuk meningkatkan kapasitas operasi produksi. Sebuah bisnis bisa diajukan pinjaman kredit modal kerja untuk membeli bahan baku, membayar upah karyawan atau hal-hal lainnya yang terkait operasi produksi sebuah perusahaan. Dalam mengajukan pinjaman maka harus memahami beberapa persyaratan dari bank yang dipilih. 2. Berdasarkan Jangka Waktu Kredit produktif yang sesuai dengan jangka waktu a. Kredit jangka pendek Kredit jenis ini merupakan jangka waktu peminjaman yang kurang dari satu tahun. Pinjaman ini cenderung lebih mudah Anda dapatkan jika dibandingkan jangka panjang. Hal ini karena resiko yang didapat lebih kecil bagi pinjaman. Persyaratannya juga lebih mudah untuk dipenuhi. Kredit jangka pendek ini juga bisa digunakan untuk membuka sebuah usaha maupun kepentingan pribadi. b. Kredit jangka menengah Kredit ini merupakan pinjaman yang masa cicilannya lebih lama dari jangka pendek dengan waktu kurang lebih tiga tahun. Sedangkan menurut Pegadaian, kredit jangka menengah sering digunakan usaha kecil dan menengah atau UKM di bawah 100 juta. c. Kredit jangka panjang Dalam kelompok kredit berdasarkan waktu, kredit jangka panjang adalah kredit yang memiliki jangka waktu pengembalian paling lama, yaitu kurun waktu maksimal lima tahun. Peminjam dapat mengajukan kredit ini untuk membangun usaha, membeli rumah, maupun kendaraan. Karena jangka panjang dan risikonya cukup besar, pengajuan untuk peminjaman ini membutuhkan dokumen-dokumen khusus agar bisa disetujui pihak bank dan tidak mudah untuk didapatkan begitu saja. 3. Berdasarkan Tujuan Kredit produktif yang sesuai dengan tujuannya a. Kredit produktif Kredit produktif merupakan suatu jenis pinjaman yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pemasukan dengan cara membeli suatu aset. Misalnya, dengan meminjam menggunakan uang kredit produktif untuk membeli properti yang disewakan atau menjadikannya modal usaha sehingga mendapatkan uang. b. Kredit konsumtif Kredit konsumtif sedikit berbeda dari kredit produktif, kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk kebutuhan pribadi saja. Uang yang dipinjam untuk kredit konsumtif tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan uang. Akan tetapi kredit konsumtif digunakan untuk pembelian aset yang akan mengalami depresiasi. Misalnya, membeli barang elektronik atau barang-barang pemenuhan keinginan lainnya. 4. Berdasarkan Sektor Usaha Kredit produktif sektor usaha a. Kredit pendidikan Kredit pendidikan bisa dipinjam dalam pembayaran biaya pendidikan, baik untuk siswa sekolah maupun untuk mahasiswa. Selain itu, kredit ini juga dapat digunakan untuk membangun sarana pendidikan. b. Kredit profesi Kredit profesi adalah jenis kredit khusus yang biasanya dikeluarkan untuk profesional dengan tipe pekerjaan tertentu, seperti dosen, pengacara. c. Kredit perumahan Kredit perumahan masyarakat dapat mengajukan jenis kredit perumahan untuk membangun atau membeli suatu hunian rumah. d. Kredit pertambangan Kredit pertambangan juga termasuk ke dalam kredit jangka panjang. Biasanya, yang meminjam kredit jenis ini adalah usaha jenis pertambangan seperti minyak, emas, dan timah. e. Kredit pertanian Tak hanya pertambangan, pengusaha sektor pertanian pun dapat mengajukan kredit untuk usahanya. Umumnya, kredit ini diberikan untuk pertanian atau perkebunan rakyat. Kredit pertanian dibayarkan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang tergantung kondisi masing-masing peminjam dan jumlah pinjamannya. f. Kredit peternakan Selain pertambangan dan pertanian, sektor peternakan juga sering membutuhkan pinjaman uang dengan cara kredit. Pinjaman uang ini tergolong ke dalam kredit peternakan yang bisa berjangka pendek hingga panjang. e. Kredit industri Kredit jenis ini sering ditawarkan oleh pihak bank bagi sektor industri baik kecil, menengah, maupun skala besar. Ketika akan memilih kredit produktif, pastikan pilihan Grameds sudah tepat. Untuk menambah pengetahuan Grameds bisa membaca buku seperti buku berjudul Sukses Ubah Kartu Kredit jadi Modal Usaha di bawah ini. Grameds bisa mendapatkan bukunya yang tersedia di Contoh Kredit Produktif Dalam pengertian kredit produktif di atas sudah dijelaskan sekilas mengenai contoh kredit produktif. Namun, apakah Anda mengetahui bahwa sebenarnya kredit produktif merupakan salah satu fasilitas yang juga ditawarkan oleh bank. Berikut contoh kredit produktif yang disalurkan oleh bank berdasarkan klasifikasi jenisnya, yaitu 1. Kredit Pemilikan Rumah Kredit pemilikan rumah atau disingkat KPR adalah suatu kebijakan kredit yang tentunya bisa membantu masyarakat untuk tetap memiliki hunian impian tanpa harus memiliki modal yang besar. Artinya, Anda hanya perlu menyiapkan uang muka serta mencicil pembayaran rumah selama tenor yang sudah ditetapkan. Melalui KPR ini, kredit produktif terjadi ketika Anda memutuskan mengubah properti yang Anda beli menjadi lahan berbisnis. Contohnya seperti apartemen yang kemudian Anda sewakan kembali, membuka usaha rumah, atau juga berjualan di ruko. 2. Kredit Usaha Kredit usaha merupakan kredit usaha yang menjadi cara bagi Anda untuk mendapatkan pendanaan sebagai modal usaha, dan tentunya selama kurun waktu tertentu. Terdapat hal penting yang perlu diperhatikan dalam kredit usaha, yaitu kebijakan bank terkait agunan yang diberikan. Anda juga harus pastikan sudah mengetahuinya di awal transaksi, sehingga tidak ada resiko buruk saat akan menjalankan usaha. 3. Kredit Modal Kerja KMK Kredit modal kerja menjadi opsi yang dapat Anda jadikan sebagai sebuah solusi. Apabila modal berbisnis yang Anda miliki masih kurang. Baik untuk pebisnis baru atau pebisnis lanjutan yang juga bisa memanfaatkan fasilitas bank satu ini. Contohnya Anda sudah memiliki bisnis kedai kopi sejak dua tahun lalu dan ingin mengajukan KMK. Maka Anda perlu pergi ke enam bank dan penuhi persyaratannya atau Anda juga bisa melakukan aplikasi KMK via online. Kredit produktif yang satu ini perlu jaminan berupa tanah dan bangunan, kendaraan, deposito, mesin perusahaan, inventory, atau account receivable. Jika Grameds bingung akan memulai dari mana dalam mengajukan kredit yang produktif, Grameds bisa membaca terlebih dahulu buku berjudul Cara Pintar Memilih & Mengajukan Kredit di bawah ini dengan mendapatkan bukunya yang tersedia di Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Kredit Berikut unsur-unsur yang terdapat dalam kredit yang harus Anda pahami dalam penyediaan fasilitas, yaitu 1. Kepercayaan Tentunya kepercayaan menjadi salah satu unsur yang sangat perlu saat akan melakukan kredit. Unsur kepercayaan ini digunakan dalam melakukan pengukuran kemampuan penerima pinjaman untuk melunasi pinjamannya selama masa periode tertentu baik itu dari luar atau dari dalam. Keyakinan ini juga diperlakukan bagi penyedia kredit bahwa pinjaman akan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu. 2. Kesepakatan Kredit yang baru terjadi setelah terdapat kesepakatan yang di antara kedua belah pihak. Kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak apabila telah menyertakan syarat dan ketentuan yang masing-masing sudah disetujui. 3. Jangka waktu Setelah mencapai kata sepakat, maka jangka waktu juga perlu disepakati saat melakukan kredit. Penerima pinjaman ini diharapkan mengembalikan pinjamannya baik dengan bunga atau tanpa bunga dengan jangka waktu yang telah ditentukan. 4. Risiko Risiko juga menjadi salah satu unsur yang penting dan pasti yang terdapat dalam pengajuan kredit. Dalam kredit tentunya terdapat risiko macet, risiko ini dapat dilakukan dengan sengaja dan juga dapat dilakukan dengan tidak sengaja. 5. Balas Jasa Unsur ini juga tentunya terdapat dalam kredit, yang mana keuntungan atau pemberian sebuah kredit biasanya akan berupa bunga atau bagi hasil. Kredit juga memiliki tujuan, tanpa tujuan tentu manfaat kredit tidak akan optimal. Berikut beberapa tujuan kredit secara umum, yaitu Memberikan pinjaman bank dengan bunga kredit yang sudah disepakati Mengoptimalkan pemanfaatan dana yang didapat Menambah modal kerja atau usaha Meningkatkan lalu lintas pembayaran Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Hal-hal yang Dipertimbangkan pada Kredit Produktif Pastikan ketika saat Anda akan memulai suatu bisnis, membeli barang menggunakan kredit harus diperhatikan secara detail. Hal ini karena agar tidak membebani keuangan dan juga kebiasaan buruk yang akan terjadi. Berikut hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika akan menggunakan kredit, yaitu Pastikan apakah produk yang dipilih menguntungkan atau tidak menguntungkan. Hal ini dapat meningkatkan dalam membayar secara kredit yang terdapat dua hal yang dibayar yaitu cicilan dan bunganya. Maka ketika membeli barang tersebut dan lebih mahal dari yang semestinya. Maka kita seharusnya mendapatkan keuntungan. Pada saat membeli barang dengan cara kredit, maka Anda harus mempertimbangkan manfaat yang didapat. Apakah barang yang dibeli lebih produktif dan tentunya bermanfaat bagi kita. Produk yang sebaiknya dibayar secara kredit yaitu rumah. Rumah menjadi salah satu pilihan untuk pembayaran yang dicicil dalam jangka waktu yang panjang. Harga properti yang akan terus naik menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli rumah meski dengan bantuan kredit. Sebelum mengajukan kredit, Grameds harus mempertimbangkan hal-hal lainnya. Grameds bisa membaca buku Strategi Sukses Pengajuan Kredit di bawah ini untuk menambah pengetahuan dan dapatkan buku ini di Utang Produktif Utang produktif merupakan utang yang dipergunakan untuk membeli barang atau aset yang nilainya bisa naik dan menambah penghasilan. Meskipun utang produktif memiliki manfaat, jika kita tidak hati-hati maka bisa membuat keuangan juga menjadi tidak sehat. Utang produktif yang terlalu banyak bisa memberatkan cash flow, yang bisa berujung pada penipisan tabungan. Utang untuk membuka usaha termasuk utang produktif, karena dana yang didapat bisa Anda gunakan untuk modal usaha yang bisa menambah penghasilan lagi. Berikut langkah yang bisa diambil ketika berhutang untuk usaha tetapi mengalami bangkrut 1. Cek usaha dan keuangan pribadi Cek semua usaha yang Anda miliki, dan pilih usaha yang mana yang akan digunakan untuk membayar hutang tersebut. 2. Berhemat Kurangi segala kebutuhan konsumtif yang membuat pengeluaran membengkak terlebih dahulu, tujuan dari berhemat agar Anda bisa membayar cicilan utang terlebih dahulu. 3. Restrukturisasi utang Restrukturisasi atau penataan kembali utang yang berfungsi supaya Anda mendapatkan keringanan dalam membayar utang. Lakukan restrukturisasi utang ke bank. Hal ini bisa berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, dan lainnya. Jika Grameds ingin mencoba untuk kredit produktif, maka ada baiknya Grameds membaca buku untuk menambah referensi dan wawasan. Dapatkan bukunya yang tersedia di Sebagai SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik! Penulis Yufi Cantika Sukma Ilahiah ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Long weekend merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh banyak orang untuk berlibur dan bersantai. Namun, tidak sedikit juga yang memilih untuk mengisi waktu tersebut dengan aktivitas produktif. Berikut adalah beberapa kegiatan produktif yang bisa dilakukan saat long weekend. 1. Membersihkan Rumah2. Berwakaf Sosial3. Mengajukan Kredit Produktif4. Menabung di Bank5. Membuka Usaha Kecil 1. Membersihkan Rumah Apa itu membersihkan rumah? Membersihkan rumah adalah kegiatan membersihkan semua bagian rumah, baik itu kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan sebagainya. Mengapa membersihkan rumah? Membersihkan rumah dapat membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali. Selain itu, kegiatan membersihkan juga bisa menjadi olahraga ringan yang bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Dimana membersihkan rumah? Membersihkan rumah dapat dilakukan di rumah masing-masing. Kelebihan membersihkan rumah Menjadikan rumah lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali Sebagai olahraga ringan Kekurangan membersihkan rumah Menciptakan debu yang lebih banyak dan bisa membuat alergi Menciptakan rasa lelah Cara membersihkan rumah Bersihkan semua bagian rumah menggunakan alat pembersih seperti sapu, kain lap, dan vacuum cleaner Buang semua sampah dan benda yang tidak diperlukan Organisir barang-barang agar tidak berantakan Contoh membersihkan rumah Berikut adalah contoh kegiatan membersihkan rumah Bersihkan kamar tidur dengan menyapu dan mengepel lantai Pindahkan semua barang yang tidak diperlukan ke tempat yang lebih rapi Buang sampah dan benda-benda yang tidak diperlukan 2. Berwakaf Sosial Apa itu berwakaf sosial? Berwakaf sosial adalah kegiatan memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau barang kepada orang yang membutuhkan, misalnya anak yatim, orang sakit, atau yang kurang mampu. Mengapa berwakaf sosial? Berwakaf sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Selain itu, dengan berwakaf sosial kita juga bisa membantu orang yang membutuhkan secara langsung dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Dimana berwakaf sosial? Berwakaf sosial dapat dilakukan di lembaga-lembaga yang menyalurkan sumbangan, seperti lembaga sosial, rumah sakit, atau yayasan. Kelebihan berwakaf sosial Menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama Dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang yang membutuhkan Kekurangan berwakaf sosial Membutuhkan biaya Tidak terlalu banyak memberikan efek jangka panjang bagi orang yang membutuhkan Cara berwakaf sosial Pilih lembaga atau organisasi yang akan diberikan sumbangan Tentukan besaran sumbangan yang akan diberikan Berikan sumbangan melalui jalur yang telah diatur oleh lembaga atau organisasi tersebut Contoh berwakaf sosial Berikut adalah contoh kegiatan berwakaf sosial Memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu Memberikan bantuan kepada orang sakit yang membutuhkan Membantu membayar biaya sekolah anak yang kurang mampu 3. Mengajukan Kredit Produktif Apa itu kredit produktif? Kredit produktif adalah pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga pinjaman lain kepada pelaku usaha dengan tujuan untuk meningkatkan bisnis mereka. Mengapa mengajukan kredit produktif? Mengajukan kredit produktif bisa membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka, seperti menambah modal usaha atau membeli peralatan baru yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Dimana mengajukan kredit produktif? Kredit produktif dapat diajukan di bank atau lembaga pinjaman yang menyediakan jasa kredit untuk pelaku usaha. Kelebihan mengajukan kredit produktif Dapat membantu meningkatkan bisnis Dapat memberikan modal usaha Kekurangan mengajukan kredit produktif Menghasilkan bunga yang harus dibayar Membutuhkan jaminan untuk mendapatkan kredit Cara mengajukan kredit produktif Melakukan survei ke berbagai bank atau lembaga pinjaman untuk membandingkan produk kredit mereka Membuat proposal usaha dan kebutuhan kredit Mempersiapkan dokumen yang diperlukan, seperti surat izin usaha, laporan keuangan, dan jaminan Contoh mengajukan kredit produktif Berikut adalah contoh kegiatan mengajukan kredit produktif Seorang pengusaha membutuhkan modal untuk membuka usaha baru Pengusaha tersebut mengajukan kredit produktif ke bank Bank menyetujui pengajuan kredit dan memberikan modal usaha untuk pengusaha tersebut 4. Menabung di Bank Apa itu menabung di bank? Menabung di bank adalah kegiatan menyimpan uang di bank dengan tujuan untuk mengamankan dan mengembangkan uang tersebut. Mengapa menabung di bank? Menabung di bank bisa membantu mengamankan uang dari bahaya pencurian dan kebakaran, serta bisa memberikan keuntungan dari bunga atau dividen yang diberikan oleh bank. Dimana menabung di bank? Menabung di bank dapat dilakukan di bank-bank yang menyediakan layanan penyimpanan uang. Kelebihan menabung di bank Mengamankan uang dari bahaya pencurian dan kebakaran Dapat memberikan keuntungan dari bunga atau dividen Kekurangan menabung di bank Pengembalian uang tidak secepat jika uang disimpan di investasi lain yang lebih berisiko Bunga atau dividen yang diberikan bank sifatnya tetap dan terbatas Cara menabung di bank Melakukan survei ke berbagai bank untuk membandingkan produk simpanannya Membuat rekening tabungan dan melakukan setoran awal Melakukan setoran rutin sesuai dengan jangka waktu tertentu Contoh menabung di bank Berikut adalah contoh kegiatan menabung di bank Seorang karyawan menyimpan gajinya di rekening tabungan Setiap bulan, sejumlah gaji tersebut akan disetor ke rekening tabungan Bank memberikan bunga atas simpanan tersebut 5. Membuka Usaha Kecil Apa itu membuka usaha kecil? Membuka usaha kecil adalah kegiatan memulai usaha dengan skala kecil dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan pendapatan. Mengapa membuka usaha kecil? Membuka usaha kecil bisa memberikan peluang untuk menghasilkan penghasilan tambahan, meningkatkan keterampilan, serta memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja. Dimana membuka usaha kecil? Membuka usaha kecil dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti rumah, toko kecil, atau kios. Kelebihan membuka usaha kecil Memberikan peluang penghasilan tambahan Meningkatkan keterampilan Memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja Kekurangan membuka usaha kecil Membutuhkan modal usaha Mengharuskan pemilik usaha untuk mengambil risiko Mengharuskan pemilik usaha untuk mengatur semua aspek usaha Cara membuka usaha kecil Memilih jenis usaha yang sesuai dengan minat dan keahlian Membuat rencana bisnis dan melakukannya dengan hati-hati Memperhitungkan modal usaha yang dibutuhkan dan mengelolanya dengan bijak Contoh membuka usaha kecil Berikut adalah contoh kegiatan membuka usaha kecil Seorang ibu rumah tangga membuka usaha makanan kecil di depan rumah Ia membuat rencana bisnis dan memperhitungkan modal usaha yang dibutuhkan Setiap hari ia menghabiskan waktu untuk menyiapkan makanan dan mengelola usahanya Demikianlah beberapa kegiatan produktif yang bisa dilakukan saat long weekend. Semoga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kesejahteraan finansial. Selamat menikmati long weekend!
RumahCom – Berdasarkan Undang-Undang Perbankan, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit disediakan oleh bank umum konvensional, BPR, dan Pegadaian. Berdasarkan tujuan, kredit terbagi menjadi dua jenis, yakni kredit produktif dan kredit konsumtif. Untuk Anda terutama para milenial, penting untuk mengetahui kredit produktif dan kredit konsumtif, agar memiliki pengetahuan tentang kredit yang akan berpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Karenanya, dalam artikel ini akan membahas mengenai kredit produktif dan kredit konsumtif, diantaranya Definisi Kredit Produktif Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif Contoh Kredit Produktif Contoh Kredit Konsumtif Tips Memilih Kredit yang Tepat Sesuai Kebutuhan Definisi Kredit Produktif Kredit produktif adalah teknik cicilan untuk bisnis atau membuka sebuah usaha. Kredit produktif secara bahasa merupakan frasa yang terdiri dari dua kata dan memiliki arti yang tentu berbeda. Kata “Kredit” merupakan transaksi finansial yang memiliki sifat tidak tunai atau secara angsuran. Kredit juga bisa dikatakan sebagai teknik pinjaman. Sedangkan kata “produktif” berarti bersifat atau mampu menghasilkan sesuatu yang biasanya dalam jumlah besar. Pada umumnya seseorang melakukan ini di luar pekerjaan utamanya. Jadi di samping memenuhi kebutuhan berhutang, juga sebagai penghasilan tambahan selain gaji pokok dan tunjangan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja. Kredit produktif sendiri melakukan transaksi cicilan dan kemudian menjadikannya sebagai ajang dalam penghasil pendapatan. Contohnya, apabila Anda akan membeli sebuah bangunan ruko dan mengajukan KPR, lalu menjadikannya kedai kopi. Kemudian laba yang didapat dari penjualan tersebut bisa dijadikan untuk membayar cicilan KPR gedung kedai itu sendiri. Kredit produktif juga ketika Anda akan membeli sebuah rumah tambahan lagi dan berniat menyewakannya pada orang lain. Salah satu yang disebut sebagai kredit produktif adalah KPR. Jika Anda sedang mencari hunian dengan pengajuan KPR, cek daftar hunian di kawasan Parung yang bisa jadi pilihan Anda. Berikut listing terbaik di Parung dibawah Rp500 juta untuk Anda! Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif Kredit produktif dan kredit konsumtif memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari definisi, serta tujuan dari kredit tersebut. Simak tabel berikut untuk penjelasannya. Kredit produktif merupakan suatu jenis pinjaman yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pemasukan dengan cara membeli suatu aset. Kredit konsumtif sedikit berbeda dari kredit produktif, kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk kebutuhan pribadi saja. Kredit produktif bertujuan untuk membeli properti yang disewakan atau menjadikannya modal usaha sehingga mendapatkan uang kembali. Uang yang dipinjam untuk kredit konsumtif tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan uang. Akan tetapi kredit konsumtif digunakan untuk pembelian aset yang akan mengalami depresiasi. Misalnya, membeli barang elektronik atau barang-barang pemenuhan keinginan lainnya. Kredit produktif berpeluang menumbuhkan aset dan menjadi kanal pemasukan. Kredit konsumtif lebih mementingkan kebutuhan personal dan terkadang bersifat mendadak Contoh Kredit Produktif Dalam pengertian kredit produktif di atas sudah dijelaskan sekilas mengenai contoh kredit produktif Berikut contoh lain dari kredit produktif 1. Modal Usaha Jika Anda akan membuka usaha, membangun proyek, membuat pabrik, rehabilitasi, perluasan bangunan usaha dan lainnya. Itu merupakan jenis investasi yang bisa dipilih. Melansir OJK, kredit ini bisa mendukung kebutuhan dana pembiayaan investasi jangka panjang. 2. Ekspansi Bisnis Dalam skala bisnis yang besar, contoh kredit produktif yang paling umum dilakukan adalah ekspansi bisnis. Misalnya, terdapat perusahaan ekspedisi yang mengambil opsi kredit ke bank untuk menambah unit mobil logistik baru atau menggunakan dana tersebut untuk membuka cabang dan drop point yang baru. Jenis kredit seperti ini pada umumnya memiliki masa pengembalian yang cukup lama, sehingga cocok jika ingin meminjam nominal yang besar untuk keperluan usaha. Untuk mengajukan pinjaman dibutuhkan studi kelayakan dan Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP serta Tanda Daftar Perusahaan TDP. 3. Keperluan Pribadi yang Menghasilkan Akan tetapi, membeli kendaraan bermotor juga bisa menjadi salah satu contoh kredit produktif dalam contoh kasus yang berbeda, misalnya saja untuk keperluan pribadi. Wajar saja mengingat alat transportasi yang satu ini merupakan objek yang mudah menurun harganya. Berbeda lagi jika motor tersebut digunakan untuk bekerja sebagai ojek online, yang mana akan menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Contoh Kredit Konsumtif Kredit konsumtif sedikit berbeda dari kredit produktif, kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk kebutuhan pribadi saja. Berikut contohnya 1. Healing Uang yang dipinjam untuk kredit konsumtif tidak digunakan untuk membeli aset yang menghasilkan uang. Akan tetapi kredit konsumtif digunakan untuk pembelian aset yang akan mengalami depresiasi atau istilah gaul sekarang, Healing’ 2. Kebutuhan Barang Konsumtif Contoh kredit konsumtif yang paling familiar saat ini adalah pembelian gadget baru dengan menggunakan kartu kredit. Jenis barang dengan basis teknologi ini merupakan objek yang sangat mudah terkena depresiasi. Penurunan nilai jual ini membuatnya menjadi salah satu jenis kredit konsumtif yang juga tidak dianjurkan untuk dilakukan. 3. Acara Pribadi Kredit konsumtif juga biasanya digunakan untuk acara pribadi seperti liburan, pesta ulang tahun, acara pernikahan, dan acara-acara pribadi lainnya yang membutuhkan biaya dari kartu kredit. 4. Gaya Hidup Kredit konsumtif juga kerap digunakan untuk memenuhi gaya hidup seperti berbelanja, makan dan minum di restoran atau cafe yang diinginkan. Tips Memilih Kredit yang Tepat Sesuai Kebutuhan Saat ini banyak bank berlomba-lomba untuk menerbitkan berbagai jenis kartu kredit yang masing-masing disertai pula dengan berbagai penawaran menarik seperti bebas biaya tahunan, suku bunga rendah, kartu emas atau platinum, dan lain sebagainya. Untuk dapat memilih kartu kredit yang tepat bagi kebutuhan Anda, silakan simak beberapa tips berikut ini 1. Pertimbangkan Biaya yang Dikenakan Salah satu faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih kartu kredit yang tepat bagi Anda adalah biaya-biaya yang dikenakan seperti iuran tahunan, bunga, biaya administrasi, dan sebagainya. Kartu kredit dengan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya cocok bagi Anda yang memilih untuk menggunakan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai dalam berbelanja dan segera melunasi tagihan kartu kredit Anda setiap bulan. Dengan begitu pengeluaran Anda setiap bulan bisa terlacak. Meski memiliki suku bunga yang tinggi, kartu kredit jenis ini biasanya menawarkan nilai tambah seperti bebas biaya tahunan, diskon, cashback, dan juga point reward setiap kali bertransaksi. Jika Anda membutuhkan kartu kredit untuk belanja bulanan dan membayar berbagai tagihan bulanan seperti listrik, telepon, dan air yang nilainya relatif tetap, pasti akan Anda bayar lunas setiap bulannya. Maka kartu kredit ini cocok bagi Anda. Dengan catatan, Anda harus memastikan terlebih dahulu kepada pihak bank penerbit kartu kredit bahwa perhitungan bunga dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran tagihan dan bukan sejak tanggal transaksi. Jika bunga diperhitungkan sejak tanggal transaksi, maka Anda tetap harus membayar bunga meskipun Anda membayar tagihan secara lunas setiap bulan. Kartu Kredit dengan suku bunga rendah, cocok bagi Anda yang sering membayar tagihan dengan mencicil atau membayar jumlah minimum. Meskipun kartu kredit jenis ini pasti mengenakan iuran tahunan dan biasanya tidak memberi banyak penawaran diskon atau cashback, jika Anda memiliki sumber pendapatan tetap dan yang penting mencukupi untuk membayar tagihan setiap bulan, setidaknya jumlah minimum, maka bunga yang rendah ini menjadi faktor penentu utama dalam memilih kartu kredit ini. 2. Perhatikan Diskon yang Ditawarkan Salah satu faktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda dalam memilih kartu kredit yang tepat adalah adanya penawaran potongan harga atau diskon. Bagi Anda yang gemar berbelanja, carilah kartu kredit yang sering menawarkan diskon yang biasanya merupakan hasil kerjasama bank penerbit kartu kredit tersebut dengan sejumlah penjual atau merchant. Anda dapat memeriksa daftar penjual yang bekerjasama dengan penerbit kartu kredit yang Anda pertimbangkan, apakah Anda sering berbelanja di sana atau barang-barang yang didiskon memang merupakan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Tips promo cicilan 0%, karena akan meringankan daripada membeli barang secara kredit langsung. 3. Periksa Layanan Pelanggannya Layanan pelanggan atau customer service juga merupakan salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam memilih kartu kredit. Sebagai pengguna kartu kredit, Anda pasti ingin mendapatkan pelayanan yang baik dan lengkap dari pihak penerbitnya, dan antara lain termasuk layanan transaksi dan pengaduan 24 jam dengan petugas yang ramah dan sigap. Jika Anda merasa perlu sering menghubungi bank penerbit kartu kredit untuk menanyakan segala sesuatu, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa layanan pelanggan yang disediakan bank penerbit kartu kredit tersebut sesuai dengan yang Anda inginkan, andaikata sewaktu-waktu Anda mengalami masalah dengan kartu kredit Anda. 4. Ketahui Jangkauan Jaringan Kartu kredit dengan jangkauan yang luas cocok bagi kategori orang yang sering bepergian ke luar negeri. Jika Anda termasuk ke dalam kategori ini, maka Anda sebaiknya memilih kartu kredit yang memiliki jaringan luas yang diterima di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang sering Anda datangi. Penggunaan kartu kredit di luar negeri akan mempermudah Anda dalam bertransaksi, praktis, dan Anda pun dapat lebih menikmati perjalanan dengan nyaman. 5. Pastikan Tingkat Keamanannya Bagi Anda yang sangat memperhatikan keamanan dalam bertransaksi atau keamanan sebagai pemilik kartu kredit secara umum, sebaiknya pilih penerbit kartu kredit yang memberikan keamanan lebih kepada nasabahnya. Bentuk keamanan ini bisa berupa foto diri atau pencetakan tanda tangan pada kartu kredit, yang fungsinya antara lain untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan pada kartu kredit Anda. Selain itu, sekarang rata-rata penerbit kartu kredit juga menawarkan asuransi kepada pemegang kartu kreditnya. 6. Pertimbangkan Kredibilitas Bank Penerbit Salah satu hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kartu kredit adalah latar belakang bank penerbit kartu kredit tersebut. Jika bank tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, maka Anda sebagai pemegang kartu kredit dari bank tersebut akan merasa lebih aman dan nyaman sementara keuntungan dalam menggunakan kartu kredit pun juga lebih besar. 7. Jenis Kartu Kredit Saat mengajukan aplikasi kartu kredit, biasanya Anda akan dihadapkan pada pilihan apakah ingin memiliki kartu kredit klasik classic, emas gold, atau platinum. Kartu kredit gold dan platinum merupakan kartu kredit premium yang menawarkan limit atau pagu kredit yang tinggi dan berbagai manfaat eksklusif tambahan seperti airport lounge, garansi produk dengan masa yang lebih panjang, dan asuransi kecelakaan saat melakukan perjalanan. Tentunya segala fasilitas tambahan di sini dapat diperoleh dengan membayar biaya tahunan yang lebih tinggi dan kadang tingkat bunga yang lebih tinggi pula. Jika Anda memiliki pendapatan yang tinggi, pengusaha, dan juga sering melakukan perjalanan terutama dengan pesawat, maka kartu kredit jenis gold atau platinum akan cocok bagi Anda. Jika tidak, maka sebaiknya Anda memilih kartu kredit jenis classic, sesuai dengan kebutuhan Anda. 8. Pertimbangkan Reward dan Fasilitas Tambahan Lainnya Sejumlah penerbit kartu kredit menawarkan reward atau hadiah kepada nasabahnya, bisa berupa barang, diskon belanja, poin, atau lain-lainnya. Jika Anda mengincar berbagai reward yang ditawarkan kartu kredit tertentu, maka kartu kredit tersebut cocok bagi Anda. Selain itu, hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah fasilitas tambahan seperti akses ATM di seluruh dunia, asuransi perjalanan, asuransi pembayaran tagihan kartu kredit credit shield, dan juga fasilitas ruang tunggu eksekutif executive lounge di berbagai tempat. Jika Anda membutuhkan atau sering menggunakan fasilitas-fasilitas tambahan tersebut, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk memilih kartu kredit yang menawarkannya. 9. Kartu Kredit Co-Branding atau Affinity? Belakangan ini, ada jenis kartu kredit yang ditawarkan oleh sejumlah institusi berkaitan dengan merek atau institusi mereka, dengan mencantumkan nama merek atau institusi bersangkutan selain nama bank penerbit kartu kredit tersebut. Kartu Kredit Co-Branding Kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank penerbit bekerjasama dengan perusahaan lain seperti maskapai penerbangan, pusat perbelanjaan, agen perjalanan, dan lain-lain ini biasanya menawarkan harga khusus untuk pembelian produk-produk tertentu. Selain itu penawaran lain bisa berupa poin yang jika dikumpulkan dapat digunakan untuk memperoleh potongan harga atau berbagai bonus. Kartu co-branding biasanya bebas iuran tahunan, namun seperti biasa dengan suku bunga yang lebih tinggi. Affinity card Sama seperti kartu co-branding, kartu kredit affinity juga merupakan kerjasama antara bank penerbit dengan pihak lain, dalam hal ini berupa organisasi seperti asosiasi alumni perguruan tinggi, klub olahraga, lembaga sosial, atau institusi lain. Kartu kredit ini juga biasanya menawarkan potongan harga atau hadiah. Jika Anda merasa membutuhkan penawaran-penawaran yang diberikan oleh kartu kredit co-branding atau affinity tertentu, silakan Anda mengajukan aplikasinya untuk bisa mendapatkan berbagai manfaat yang ditawarkan. Itulah penjelasan mengenai perbedaan kredit produktif dan kredit konsumtif, serta jenis dan tipsnya yang dapat menjadi informasi dan pertimbangan bagi Anda sebelum memiliki kartu kredit. Tonton video yang informatif berikut ini sebagai panduan yang bisa Anda ikuti seputar biaya tambahan dalam proses jual beli rumah! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami
Jenis Produk Perbankan - Jenis Produk Perbankan meliputi Kredit Aktif dan Kredit Pasif. 1. Kredit Pasif, adalah bank menerima simpanan dari masyarakat pemilik dana, diantaranya Demand deposit giro, dibukukan oleh bank dalam bentuk rekening koran atas namaperorangan atau perusahaan. Pengambilannya menggunakan Cek atau Bilyet Giro. Time deposit, simpanan di bank yang berjangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. Saving deposit tabungan, simpanan pada bank yang penarikannya berdasarkan persyaratan yg telah disepakati. Sertifikat deposito, bukti bahwa nasabah telah mendepositokan uang di bank. Deposit on call, jenis tabungan tetap yang dapat diambil setelah ada pemberitahuan terlebih dahulu dari penabung. Deposit automatic roll over, jenis deposit yang bila uangnya tidak diambil sampai batas waktu jatuh tempo, maka akan di perpanjang dan bunganya langsung dihitung secara otomatis. Aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank disebut kredit pasif. Dan dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produksi kredit aktif. Giro Bilyet adalah surat perintah nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening nasabah lain yang ditunjuk. 2. Kredit Aktif, adalah tugas bank memberi kredit kepada masyarakat, melakukan pembelian surat-surat berharga dan penyertaan pada perusahaan-perusahaan. Diantaranya kredit rekening koran R/K, kredit yang diberi sesuai kebutuhan kredit reimburs letter of credit kredit aksep, diberikan oleh bank dengan cara menandatangani aksep yang ditarik nasabah, setelah itu nasabah dapat menjualnya kredit dokumenter, diberikan oleh bank atas jaminan dokumen yang diserahkan nasabah. kKredit dengan jaminan surat-surat berharga Itulah Jenis Produk Perbankan - Jenis Produk Perbankan meliputi Kredit Aktif dan Kredit Pasif.
dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif disebut kredit