YayasanIbnu Mas’ud sendiri membantah, pesantrennya mengajarkan paham radikal seperti yang dituduhkan. Selain kasus pembakaran umbul-umbul merah putih oleh seorang penghuninya pada Agustus silam, pesantren ini juga menjadi sorotan setelah seorang santri ciliknya dikabarkan tewas bertempur untuk ISIS di Suriah.
KetuaYayasan Ibnu Mas'ud, Agus Purwoko mengatakan bahwa pihaknya mulai hari ini hingga dua minggu ke depan meliburkan santri-santrinya. Kamis, 28 Juli 2022 Cari
BOGOR MediaGaruda.Co.Id – Camat Tamansari Ahmad Sopian mengatakan, sejumlah santri mulai meninggalkan Pondok Pesantren Ibnu Mas`ud sejak Jumat malam. Mereka dijemput oleh orang tua dan keluarga masing-masing. “Berdasarkan informasi dari kepolisian, sudah ada beberapa orang santrinya meninggalkan pondok,” kata Sopian, Jumat,
Tasyahudakhir termasuk rukun shalat, sedangkan tasyahud awal termasuk sunnah ab’adh dalam madzhab Syafii. Bacaan tasyahud bentuknya beraneka ragam. Bacaan tasyahud itu ada dari sahabat Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, ‘Aisyah, Ibnu ‘Umar, dan selainnya. Perbedaan antara bacaan-bacaan tersebut hanyalah sedikit saja.
PemkabBogor bersama Muspida mengeluarkan surat pernyataan bersama terkait keberadaan Pesantren Ibnu Mas'ud. Pemkab melarang semua aktivitas di dalam Pesantr
UPXV2X. Sekilas PPTQ Ibnu Mas'ud MojokertoPPTQ Ibnu Mas’ud adalah pondok pesantren yang fokus pada program pendidikan tahfidz Al-Qur’an. PPTQ Ibnu Mas’ud merupakan pengembangan program pondok yang dirintis mulai tahun 2006 dengan nama Panti Asuhan Bukit Shafa Marwah dibawah naungan Yayasan Bukit Shafa Marwah. Didirikan dalam rangka kaderisasi huffadz para penghafal Al-Qur’an, yang kemudian akan diterjunkan ke dalam dunia dakwah di masyarakat untuk mensyiarkan Al-Qur’anul Kariim. Program Takhassus di PPTQ Ibnu Mas’ud memberikan fasilitas full beasiswa bagi santri yatim dan dhuafa. Program Takhassus ini diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat yang mempunyai keinginan kuat untuk hafal Al-Qur’an 30 juz dan kemudian mendakwahkannya ke masyarakat secara luas. Kurikulum PembelajaranKurikulum pembelajaran PPTQ Ibnu Mas’ud terdiri dari 5 program utama Tahsin Al-Qur’an Yakni program pembenahan tajwid dan makharijul huruf agar bacaan lancar, baik dan benar sesuai kaedah yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Praktik Mengajar Santri diterjunkan untuk praktik mengajar TPQ dan program tahfidz anak. Tahfidz Al-Qur’an Kakni program menghafal Al-Qur’an dengan metode talaqqi setor hafalan tatap muka langsung . Dibimbing oleh ustadz yang hafal Al-Qur’an dan bersanad. Tafhim dan Tadabbur Al-Qur’an Yakni program memahami Al-Qur’an, baik perkata maupun makna secara global, dengan goal agar santri bisa mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Leadership Yakni program pembinaan dan pelatihan leadership skill.
Kabupaten Polewi Mandar merupakan daerah di Sulawesi Barat yang memiliki luas wilayah km². Selain itu kabupaten ini juga memiliki beberapa tempat pariwisata yang kerap menjadi daya tarik pelancong untuk mengunjungi kabupaten Polewi Mandar nama objek pariwisata yang ada di kabupaten ini yaitu Pantai Bahari, Air Terjun Limbong Miala dan Limbong Kamandan, Air Terjun Indoranuang & Limbong Sitodo Limbong Lebok Biru, dan lain-lain. Pesantren di Polewi MandarPondok pesantren yang ada di kabupaten Polewi Mandar ini letaknya tersebar di beberapa kecamatan yaitu seperti di kecamatan Binuang, Campalagian, Bulo, Limboro, dan lain-lain. Daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Polewi MandarDaftar nama pondok pesantren yang ada di kabupaten Polewi Mandar antara lain adalah sebagai berikut ini;1. Ibnu Mas'udPondok Pesantren Ibnu Mas'ud berdiri pada tahun 2018. Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud beralamat di baru. kelurahan manding, kecamatan polewali. Santri yang belajar pendidikan agama islam dan menghafal quran di ponpes Ibnu Mas’ud yaitu ada sekitar 41 orang. Sedangkan banyaknya guru yang mengajar yaitu ada 4 orang. 2. Al Qur'an Jabal NurPondok Pesantren Al Qur'an Jabal Nur berdiri pada tahun 2016. Pondok Pesantren Al Qur'an Jabal Nur lokasinya berada di Paccini. Jumlah santri di pondok pesantren ini yaitu ada 26 orang. Sedangkan jumlah tenaga pengajarnya yaitu ada 5 orang. 3. Husnul KhatimahPondok Pesantren Husnul Khatimah beralamat di Jl. Madatte. Pondok pesantren Husnul Khatimah diketahui telah memiliki 28 santri dan 6 ustadz yang membimbing para santri agar memiliki bekal pendidikan agama secara lebih mendalam. 4. Pondok Pesantren Al-Risalah BatetangngaPondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga berdiri pada tahun 2015. Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga beralamat di Jl. Poros Permandian Biru santri yang menempuh pendidikan di ponpes ini yaitu mencapai 342 orang. Sedangkan banyaknya tenaga pendidik yang menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada para santri ada sekitar 19 orang. 5. Ddi Al Ihsan KanangPondok Pesantren Ddi Al Ihsan Kanang beralamat di Jl. Poros Mangondang No. 35. Pondok pesantren Ddi Al Ihsan Kanang merupakan pesantren terbaik yang ada di kabupaten Polewi Mandar, bahkan santrinya telah mencapai ribuan itu fasilitas yang ada di ponpes ini juga mampu memberikan kenyaman bagi para santri. Jumlah santri di ponpes ini mencapai orang dengan 64 guru yang mendidik para santri. 6. Nuhiyah PambusuangPondok Pesantren Nuhiyah Pambusuang beralamat di Sulawesi Polman. Banyaknya santri yang belajar ilmu pendidikan agama islam di ponpes ini yaitu ada sekitar 42 orang dengan 6 ustadz yang Pondok Pesantren Modern Al-IkhlashPondok Pesantren Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash beralamat di Jl. Poros Majene Km. 27 Lampoko. Pondok pesantren Modern Al-Ikhlas diketahui telah memiliki 551 santri dan 27 tenaga karena itu tidak heran apabila ponpes ini dianggap sebagai salah satu pesantren terbaik yang ada di kabupaten Polewi Syekh Hasan YamaniPondok Pesantren Syekh Hasan Yamani beralamat di Jl. Parappe. Jumlah santri di ponpes ini ada 422 orang, sedangkan banyaknya guru yang membimbing para santri jumlahnya ada sebanyak 22 orang. 9. Ahlul Qur`An Pondok Pesantren Ahlul Qur`An berdiri pada tahun 2016. Pondok Pesantren Ahlul Qur`An beralamat di Lingkungan Batu Batu Kel. Darma, Kec. polewali. Jumlah santri yang menimba ilmu di ponpes Ahlul Quran jumlahnya ada sekitar 61 orang dengan 6 guru yang mengajar. 10. Miftahul JannahPondok Pesantren Miftahul Jannah beralamat di Tutar Lombok. Ponpes yang satu ini diketahui telah memiliki 42 santri dan 6 ustadz yang membimbing. Itulah saja informasi yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan daftar nama-nama pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Polewi Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Semoga saja bisa bermanfaat.
Ibnu Mas'udPondok Pesantren Tahfidz Qur'an Beranda Profil Program Pendaftaran Galeri Blog Kontak Live Chat Takhasus 30 Juz - Mutqin 30 Juz- Leadership & Manajerial- 2 Tahun Masa Pendidikan- Full Beasiswa Persiapan Kuliah - 30 Juz- Leadership & Manajerial- 1 Tahun Masa Pendidikan- Berbayar Program Tahfidz Ziyadah Ujian Juz & Kelipatan Muroja’ah MHQ Tahsin Sanad
Pesantren Ibnu Mas'ud Foto Reuters/BeawihartaUmurnya baru 11 tahun ketika Hatf Saiful Rasul berkata pada ayahnya, bahwa ia ingin pergi ke Suriah dan menjadi pejuang ISIS. Tentu saja, sang ayah tak langsung percaya. Baginya, kemauan anaknya untuk bertarung di Suriah hanya candaan semata. “Tapi jadi berbeda ketika Hatf ngomong begitu terus-terusan.”Hatf memang terus meyakinkan ayahnya. Ia bilang bahwa teman-teman dan sebagian guru di pesantren tempat ia belajar, Ibnu Mas’ud, telah berangkat dan menjadi pejuang bagi ISIS. Di 2015, sang ayah menyetujui keinginan sang anak untuk berangkat ke Suriah. Pada akhirnya, ayahnya juga bukan orang yang jauh dari gelanggang jihad militan. Ayah Hatf adalah Syaiful Anam alias Brekele, terpidana kasus terorisme dengan lama hukuman 18 tahun penjara. Ia merupakan salah satu pelaku peledakan bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, di tahun 2005. Salah satu alasan Anam menyetujui keinginan anaknya adalah karena ia menganggap bahwa pesantren Ibnu Mas’ud tempat anaknya bersekolah dipimpin oleh “rekan-rekan pejuang dengan ideologi yang sama” dengan dirinya. Apabila delapan orang gurunya dan tiga santrinya telah menjadi martir ISIS di Suriah, mengapa anaknya yang menjadi siswa di pesantren tersebut tidak mengambil langkah yang sama?Hatf Saiful Rasul di Suriah Foto TELEGRAM/Handout via REUTERSKesaksian tersebut diungkap Syaiful Anam dalam sebuah essai kata yang dilansir oleh Reuters. Dalam essai tersebut, Anam menjelaskan bahwa anaknya pergi ke Suriah bersama beberapa orang keluarganya pada 2015. Di sana, mereka bergabung dengan militan ISIS asal Prancis. Menurut Reuters, kebenaran informasi keberangkatan Hatf ke Suriah tersebut dikonfirmasi oleh pihak keamanan Indonesia. Hatf hanyalah satu dari 12 orang dari Pesantren Ibnu Mas’ud yang berangkat ke Timur Tengah untuk berjuang bersama ISIS dalam kurun waktu 2013 hingga 2016. Selain 12 orang itu, ada 18 orang lainnya yang punya hubungan dengan Pesantren Ibnu Mas’ud telah menjadi tersangka, buron, atau bahkan telah tewas di tangan personel anti-terorisme Indonesia. Pihak Pesantren Ibnu Mas’ud sendiri menolak segala tuduhan bahwa pesantrennya terkait ataupun mendukung ISIS maupun kelompok militan Islam lainnya. Bahkan, Jumadi, juru bicara pesantren tersebut, menolak pesantrennya telah mengajarkan interpretasi ekstrem Islam ke santri-santri mereka.“Kami tak punya kurikulum,” ucap Jumadi kepada Reuters. “Tapi Kami fokus pada ilmu tahfiz, menghafal Alquran, juga hadits. Kami mengajari siswa kami tentang bahasa Arab, tentang iman, dan sejarah Islam.”Jumadi mengakui bahwa Hatf memang merupakan salah satu bekas murid pesantren tersebut. Namun, ia tidak mengetahui alasan mengapa Hatf meninggalkan pesantren juga mengaku tak mengetahui perkara pengajar dan santri pesantren tersebut yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS -kecuali tiga guru dan seorang murid yang tertangkap di Singapura tahun lalu. Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud terletak di kaki Gunung Salak, tepatnya di desa Sukajaya, Tamansari, Bogor. Dalam pesantren tersebut terdapat beberapa bangunan yang menjadi ruang kelas, asrama, dan sebuah masjid. Jumlah santrinya mencapai 200 orang, dari yang masih sekolah dasar hingga siswa ponpes tersebut sebetulnya tak lepas dari perhatian pihak keamanan Indonesia. Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi BNPT, menyebut bahwa pihaknya telah mengetahui masalah terkait Ponpes Ibnu Mas’ud. Namun begitu, lemahnya hukum kontra-terorisme di Indonesia disebutnya menjadi penyebab mengapa ponpes seperti Ibnu Mas’ud tak dikenakan aksi yang efektif.“Pada dasarnya, itu bukan domain kerja kami, ini kerjaan Kementerian Agama,” ucap Idris kepada Reuters. “Kami sudah memberi tahu Kementerian Agama bahwa mereka punya masalah dengan Ibnu Mas’ud.”Masalah tak hanya sampai di situ. Ketika ditanya mengapa pesantren tersebut tak ditutup, Kementerian Agama sendiri mengaku tak bisa berbuat banyak. “Ibnu Mas’ud tak pernah terdaftar sebagai pesantren,” ucap Kamaruddin Amin, dirjen pendidikan Agama Islam di Kementerian Agama. Jumadi membenarkan status tersebut. Syaiful Anam, ayah Hatf Foto REUTERS/BeawihartaKeinginan bertempur Hatf menemui akhir tak menyenangkan pada 1 September 2016 kemarin. Ia tewas akibat serangan udara di kota Jarabulus, Suriah, hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-13. Syaiful Anam, bangga dengan apa yang dilakukan anaknya. “Saya tidak merasa sedih maupun kehilangan. Kecuali, sedikit kesedihan yang sebagai seorang ayah yang kehilangan anak kesayangannya,” ucap Anam kepada Reuters.“Malah, saya bangga karena anak saya telah mampu berjihad, InshaAllah.”
pesantren ibnu mas ud